Nyawanya Motor

1. Satu Mesin Beberapa Varian

Ini umumnya dilakukan oleh pabrikan eropa seperti Ducati. Seperti juga Honda yang menggunakan mesin Sonic pada CS1 alias satu mesin digunakan oleh dua varian, ducati juga melakukan hal yang serupa. Mesin 1000 DS alias mesin Dual Spark L twin 1000cc berpendingin oli digunakan tidak saja oleh varian Multistrada, namun juga digunakan oleh varian Monster S2R, GT1000 Classic, Supersport hingga Hypermotard. Artinya yang dilakukan oleh Ducati terbilang lebih ekstrim dibanding yang dilakukan oleh Honda karena ducati menggunakan 1 mesin untuk 6 varian! 8O

2. Beberapa Tipe Mesin untuk satu Varian

Uniknya hal yang sebaliknya dilakukan juga oleh Ducati, yaitu untuk satu varian menggunakan beberapa mesin sekaligus! Sebagai contoh adalah yang terjadi pada Ducati Monster. Untuk varian Monster 620ie menggunakan mesin L Twin 620cc berpendingin udara. Tetapi untuk mesin berkapasitas 750cc Monster menggunakan mesin L Twin 750cc berpendingin oli. Untuk varian monster berkapasitas 1000cc justru lebih rumit lagi karena memilki empat varian dengan empat jenis mesin yang berbeda contohnya adalah :

  • Monster S4 1000 – L Twin 916cc liquid cooled (Superbike 916)
  • Monster S2R – L Twin 992cc berpendingin oli (Multistrada, SS1000, GT1000)
  • Monster S4R – L Twin 996cc Liquid cooled (Superbike 996)
  • Monster S4RS – L Twin 999cc Liquid cooled (Superbike 999)

Artinya untuk sebuah varian Monster saja Ducati menggunakan lebih dari 5 jenis mesin. Dan umumnya mesin tersebut digunakan oleh motor dari kelas yang berbeda. Tetapi penggunaan mesin tersebut tidak sesimpel melakukan penggantian ban, namun meski basis mesinya sama, tetapi telah dilakukan proses de- tunned artinya mesin tersebut mengalami proses seting ulang. Contohnya pada mesin Monster S4RS, meski mesin S4RS sama persis dengan Superbike 999 tetapi karakter kedua mesin tersebut jauh berbeda. Bila pada 999 torsi maksimum berada pada Rpm tinggi, pada S4RS torsi tertinggi justru dicapai pada putaran menengah. Hal ini didasari karena S4RS bukan merupakan motor sport, tetapi motor street fighter alias motor jalanan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah meski di klaim (menggunakan mesin yang sama) namun karakter mesin tentu saja berbeda, apalagi bila mesin tersebut di gunakan oleh motor dari kelas yang berbeda

3.Satu Mesin untuk beberapa Merk Motor ? Wah !

Hal seperti ini paling sering dilakukan oleh Suzuki. Salah satu contohnya adalah penggunaan mesin V-2 RGV 250 Gamma pada Aprilia RS 250. Hal tersebut berlanjut hingga kini. Sebagai contoh adalah penggunaan mesin berbasis mesin Suzuki SV 650. Mesin ini juga digunakan oleh Cagiva Raptor 650, V-Raptor 650 dan Hyosung GT 650. Sedangkan untuk motor berkapasitas 1000cc mesin Suzuki TL 1000 digunakan juga oleh Cagiva sebagai mesin Raptor 1000 dan V-Raptor 1000.

Jadi jangan heran bila karakter antara Cagiva Raptor 1000 dengan TL 1000 agak sedikit mirip, meski kedua motor tersebut berasal dari brand yang berbeda. Agakanya hal yang dilakukan oleh Suzuki ini akan terus berlanjut dan bukan tidak mungkin akan ditiru oleh pabrikan lainya.

Tidak Cuma Menghemat Biaya Lho !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.