Archive for September, 2008

Valle dan Fenomena Michael 1,2 dan 3

Posted in Antisipasi on September 4, 2008 by chiwonk


01
Sep
08

Valle dan Fenomena Michael 1,2 dan 3

The Doctor yang memang bisa “Terbang”

Michael # 1 = Michael Jefrey “air” Jordan ( 1983-1998 / 02-03)

Jika anda seseorang yang berasal dari generasi 90an, pastinya anda pernah mengalami masa keemasan generasi NBA di tanah air khusunya antara tahun 1991-1998. Saat itu siapa yang tidak kenal dengan seseorang bernomor punggung 23 bernama Michael Jordan. Bahkan jika membicarakan mengenai NBA akan langsung terhubung dengan pemain yang satu ini. Seiring dengan pensiunnya Jordan pada tahun 98 (diluar comeback pada 2002-03) pamor NBA menurun tidak hanya di Indonesia di asia pun turut mengalami hal yang serupa. Sebagai catatan ia adalah pemain yang mampu menggantikan popularitas dan prestasi dari legenda sebelumnya yaitu Wilt Chamberlain.

Michael # 2 = Michael “Rain Master” Schumacher ( 1991-2006)

Baru saja pensiun, namun masih sering terlihat di setiap seri GP F1, gelar juara dunia sebanyak 7 kali berhasil ia peroleh. Ia pun dianggap sebagai pembalap terhebat sepanjang sejarah F1, setelah berakhirnya era Juan Manuel Fangio. Kalau saja kehadiran pembalap berkulit gelap dan fenomenal Lewis Hamilton barang kali popularitas F1 akan menjadi seperti NBA. Pasalnya di tangan Alonso dan Raikkonen mereka kurang mengena dimata publik.

Michael # 3 = Michael “Mick” Doohan (1989-1999)

Fenomena Gp500. Jadi juara dunia 5 kali berturut turut. Merupakan sebuah ikon tersendiri di motoGP. Cara membalap yang tenang dan safe menjadi cirikhan crocodile Aussie yang satu ini. Namun berbeda dengan dua Michael sebelumnya balap motor tidak perlu terlalu lama pasalnya fenomena baru langsung tidak lama setelah ia pensiun.

Valentino Rossi sang pengganti Michael “Mick” Doohan

Inilah dia yang menyebabkan dunia balap motor tidak begitu kangen dengan figur Mick Doohan. pasalnya Rossi sendiri telah memupuk prestasi dan popularitas di saat Doohan sedang masa kejayaanya. Ibarat estafet, Rossi sudah siap mengambil tonggkat untuk kemudian menjadikan dirinya seorang legenda baru yang lebih hebat. Hal ini tidak lepas dari persiapan rossi sebelum ke motogp, karena rossi sendiri merupakan mantan juara dunia Gp 125 (97) dan 250 (99).  Cara membalapnya yang “fighter” bukan mencari aman seperti Doohan dan memiliki kreatifitas baik dari segi kostum maupun merayakan selebrasi membuat dirinya dikenal dan segera menjadi sebuah ikon motogp yang baru. Kesengan akan tantangan dan kemampunya meracik motor (kecuali ban dimana akhirnya ia menyerah) menjadi catatan penting, bahkan Schummi pun tidak mampu melakukanya sendirian membuat berbagai pihak menjadi kagum atas prestasinya.

Melihat Kondisi Sekarang, Sulit mencari Suksesor seperti Rossi !!!

Secara prestasi suksesor tersebut bisa dibilang sangat sukses karena dari segi teknis setidaknya mampu menyamai prestasi legenda sebelumnya tetapi di beberapa hal lain suksesor tersebut gagal melakukan apa yang telah berhasil dilakukan predesesornya dan hal ini adalah yang paling vital : Menjadi sebuah ikon dan membuat bidang nya diketahui bahkan oleh kalangan awam sekalipun.

Saat ini di usia yang sudah kepala tiga, yang artinya massa pensiun sudah bukan merupakan opsi melainkan menjadi “count down” apakah dunia balap roda sudah memiliki pengganti yang sepadan, seperti  yang dilakukan Valle terhadap mick Doohan atau justru harus menunggu untuk waktu yang lama, ?

Memang kini di Moto GP beredar nama besar seperti Casey Stoner yang secara prestasi juga tidak kalah (juara dunia termuda ke dua dalam sejarah moto gp), Danii Pedrosa sang golden boy dari spanyol maupun Jorge Lorenzo sang rookie yang sama phenomenalnya dengan the Doctor. Tetapi perlu di catat ketiga pembalap muda tersebut rentan cedera akibat kecelakaan yang mereka alami baik sekarang maupun di masa lalu. Akibatnya bisa dilihat, Dani pedrosa kembali gagal merebut gelar juara dunia tahun ini karena cedera. Stonerpun demikian akibat cedera lama yang kambuh peluangnya mempertahankan gelar kian tipis. Kejutan Lorenzo di awal pun hilang akibat kecelakaan. Hal serupa tidak dialami rossi di awal karir. Keuntungan yang di perolehpun jelas, yaitu yang perlu dikuatirkan oleh rossi hanyalah performa motor seperti kondisi fissik yang selalu prima hingga saat ini. Nampaknya tidak perlu di kuatirkan. Bisa dibilang melihat kondisi seperti ini sepeninggal Rossi dunia moto GP akan butuh  waktu lama mencari seorang “the Doctor” yang baru. seperti halnya F1 dan NBA setelah kehilangan dua Michaelnya.!

KTM RC8 SUPERBIKE SUDAH DIJUAL DI INDONESIA …

Posted in Lux on September 4, 2008 by chiwonk

Tidak perlu waktu lama untuk penggemar motor Superbike untuk meminang motor KTM RC8. Pasalnya Hotpipes selaku  ATPM  telah mendatangkan motor ini sejak 2 bulan yang lalu.  Motor yang di bandrol seharga 400 juta rupiah 8O on the road ini memang memberikan nuansa lain bagi pasar superbike di tanah air.

Fitur “Berbeda” RC8

Fairing ringan dan tanki terbuat dari fiberglass merupakan kesan pertama ketika menaiki motor asal austria ini. Seat cowl meninggi yang bisa dirubah menjadi single seat memudahkan bila bikers ingin menambah kesan sporty motor kebanggan KTM ini. Selain itu knalpot yang terletak dibawah menjamin bahwa panas knalpot tidak akan membuat panas “pantat” pengendara seperti halnya yang lumrah terjadi pada motor Superbike buatan Ducati dan Yamaha. Lampu sein yang menyatu pada kaca spion dan spakbor belakang amat mudah untuk dilepas terutama untuk keperluan track.

Persaingan Sulit Vs Ducati 1098,  CBR 1000R, GSX1000R dan YAMAHA R1

Meski menawarkan berbagai macam fitur baru dan performa yang luar biasa Harga 400 juta tersebut terbilang sangat mahal bahkan dibandingkan superbike sekelas lainya. Bayangkan Ducati 1098 yang notabene lebih dikenal dan berasal dari benua yang sama cuma dibandrol 390 juta alias selisih 10 juta, sedangkan bila dibandingkan superbike jepang harga tersebut justru lebih mengagetkan karena Yamaha R1 2008 hanya dibandrol 320 juta dan  Suzuki GSX  1000 tidak terpaut jauh.  Satu hal lagi yang perlu di ingat, bahwa nama KTM sendiri belum populer dibandingkan pabrikan asal italy apalagi jepang.

Link : http://ducatimonster.wordpress.com/2008/07/25/ktm-rc8-superbike-superb/

Nyawanya Motor

Posted in Accessories on September 4, 2008 by chiwonk

1. Satu Mesin Beberapa Varian

Ini umumnya dilakukan oleh pabrikan eropa seperti Ducati. Seperti juga Honda yang menggunakan mesin Sonic pada CS1 alias satu mesin digunakan oleh dua varian, ducati juga melakukan hal yang serupa. Mesin 1000 DS alias mesin Dual Spark L twin 1000cc berpendingin oli digunakan tidak saja oleh varian Multistrada, namun juga digunakan oleh varian Monster S2R, GT1000 Classic, Supersport hingga Hypermotard. Artinya yang dilakukan oleh Ducati terbilang lebih ekstrim dibanding yang dilakukan oleh Honda karena ducati menggunakan 1 mesin untuk 6 varian! 8O

2. Beberapa Tipe Mesin untuk satu Varian

Uniknya hal yang sebaliknya dilakukan juga oleh Ducati, yaitu untuk satu varian menggunakan beberapa mesin sekaligus! Sebagai contoh adalah yang terjadi pada Ducati Monster. Untuk varian Monster 620ie menggunakan mesin L Twin 620cc berpendingin udara. Tetapi untuk mesin berkapasitas 750cc Monster menggunakan mesin L Twin 750cc berpendingin oli. Untuk varian monster berkapasitas 1000cc justru lebih rumit lagi karena memilki empat varian dengan empat jenis mesin yang berbeda contohnya adalah :

  • Monster S4 1000 – L Twin 916cc liquid cooled (Superbike 916)
  • Monster S2R – L Twin 992cc berpendingin oli (Multistrada, SS1000, GT1000)
  • Monster S4R – L Twin 996cc Liquid cooled (Superbike 996)
  • Monster S4RS – L Twin 999cc Liquid cooled (Superbike 999)

Artinya untuk sebuah varian Monster saja Ducati menggunakan lebih dari 5 jenis mesin. Dan umumnya mesin tersebut digunakan oleh motor dari kelas yang berbeda. Tetapi penggunaan mesin tersebut tidak sesimpel melakukan penggantian ban, namun meski basis mesinya sama, tetapi telah dilakukan proses de- tunned artinya mesin tersebut mengalami proses seting ulang. Contohnya pada mesin Monster S4RS, meski mesin S4RS sama persis dengan Superbike 999 tetapi karakter kedua mesin tersebut jauh berbeda. Bila pada 999 torsi maksimum berada pada Rpm tinggi, pada S4RS torsi tertinggi justru dicapai pada putaran menengah. Hal ini didasari karena S4RS bukan merupakan motor sport, tetapi motor street fighter alias motor jalanan. Kesimpulan yang bisa diambil adalah meski di klaim (menggunakan mesin yang sama) namun karakter mesin tentu saja berbeda, apalagi bila mesin tersebut di gunakan oleh motor dari kelas yang berbeda

3.Satu Mesin untuk beberapa Merk Motor ? Wah !

Hal seperti ini paling sering dilakukan oleh Suzuki. Salah satu contohnya adalah penggunaan mesin V-2 RGV 250 Gamma pada Aprilia RS 250. Hal tersebut berlanjut hingga kini. Sebagai contoh adalah penggunaan mesin berbasis mesin Suzuki SV 650. Mesin ini juga digunakan oleh Cagiva Raptor 650, V-Raptor 650 dan Hyosung GT 650. Sedangkan untuk motor berkapasitas 1000cc mesin Suzuki TL 1000 digunakan juga oleh Cagiva sebagai mesin Raptor 1000 dan V-Raptor 1000.

Jadi jangan heran bila karakter antara Cagiva Raptor 1000 dengan TL 1000 agak sedikit mirip, meski kedua motor tersebut berasal dari brand yang berbeda. Agakanya hal yang dilakukan oleh Suzuki ini akan terus berlanjut dan bukan tidak mungkin akan ditiru oleh pabrikan lainya.

Tidak Cuma Menghemat Biaya Lho !

Cakram 280mm Mybug

Posted in Accessories on September 4, 2008 by chiwonk

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.